Sekolah pertama yang pertama dikunjungi Prijanto adalah SMP Negeri 98 di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/3/2010). Prijanto berpesan agar sebelum mengerjakan, para siswa berdoa terlebih dahulu.
"Santai saja, tidak usah terburu-buru. Dan kalau sudah selesai tapi masih ada waktu, silakan diperiksa kembali lembar jawabannya," ujar Prijanto saat menyambangi salah satu ruang kelas 3 di sekolah tersebut.
Selanjutnya, Prijanto beralih mengunjungi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Di madrasah ini, Prijanto hanya meninjau beberapa ruang kelas.
Terakhir, Prijanto mengunjungi SMP Luar Biasa Bagian A untuk tunanetra di Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di sekolah ini, Prijanto tidak memberikan pesan kepada para siswa karena ujian sudah dimulai.
Tapi dia sempat mendapatkan bingkisan berupa foto pemandangan dan juga kalender dari seorang siswi kelas 2 yang bernama Sari. Di sekolah khusus ini, Prijanto juga hanya meninjau beberapa ruang kelas.
Kepada wartawan, Prijanto menyampaikan harapannya agar UN SMP bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kebocoran soal. Dia berharap agar para siswa tidak percaya dengan adanya isu-isu kebocoran soal.
"Lebih baik belajar sendiri daripada percaya bocoran yang belum tentu benar," tuturnya.
Dalam kunjungan ini, Prijanto didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto. UN SMP digelar 29 Maret - 1 April 2010.
(nvc/nrl)











































