"Saya melihat beliau sosok yang muda, dari sisi intelektualitas, kecerdasan, sangat populer," ujar Sekjen Partai Demokrat, Amir Syamsudin.
Hal itu disampaikan dia kepada wartawan dalam acara 'Pidato Politik dan Deklarasi Andi Mallarangeng for Demokrat 1' di kantor Fox Indonesia, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (28/3/2010).
Selain Andi, kader PD lainnya seperti Marzuki Alie, Anas Urbaningrum, dan Agus Hermanto. Saat ditanya dirinya lebih condong ke siapa, Amir menjawab diplomatis.
"Tentunya saya harus netral," jawabnya singkat.
Amir mempersilakan bagi siapa saja kader PD yang ingin maju menjadi Ketum. Semakin banyak kader yang mencalonkan diri justru merupakan cerminan demokrasi yang luas dalam tubuh PD.
"Saya kira kalau calonnya lebih dari satu adalah gambaran demokrasi di Partai Demokrat terbentang luas. Bagi calon yang merasa mampu, silakan," tuturnya.
Terhadap persaingan yang ada, Amir mengingatkan pesan Presiden SBY, selaku Ketua Dewan Pembina PD, agar para kandidat berkompetisi dengan bersih.
"Pak SBY telah meminta para calon Ketum agar menjaga etika, kesantunan dan menghindari black campaign apalagi juga money politics . Beliau juga sudah berjanji akan memantau lebih dekat," ucapnya.
"Itulah demokrasi, tidak mungkin kita menghindari persaingan," imbuhnya.
Amir berharap, PD akan lebih berkembang dan maju bila dipimpin oleh generasi yang lebih muda. Dikatakan dia, PD tidak ingin mempertahankan struktur seperti sekarang, karena PD memerlukan pimpinan muda yang cerdas dan energik.
"Saya kira di tangan anak muda harapan kita lebih banyak. Terlebih Partai Demokrat akan melakukan penyempurnaan organisasi yang sangat signifikan," tutupnya. (nvc/nwk)











































