Denny dianggap terlalu over mengomentari isu politik yang sebenarnya menjadi wewenang SBY. Selain itu, Denny juga dianggap sudah melampui wewenang Menkum HAM, Patrialis Akbar.
Pernyataan Agun justru dianggap sebagai bentuk kegelisahannya. Pasalnya, staf khusus presiden justru berhasil membongkar adanya dugaan dugaan L/C fiktif Bank Century yang melibatkan politisi dari beberapa partai politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Khairuddin, rakyat kini menjadi tahu, sikap kritis beberapa anggota pansus justru hanya untuk menutupi kejahatan perbankan oknum. Agun juga dinilai menafikan posisi seorang staf khusus dalam lembaga kepresidenan.
"Sangat ironis bila seorang Agun tutup mata dengan keberadaan Keputusan Presiden mengenai kedudukan serta tugas dan fungsi staf khusus presiden. Dia bahkan pura-pura tidak paham bahwa Juru Bicara Presiden juga merupakan bagian dari Staf Khusus Presiden," tegas Khairuddin.
Namun Khairuddin yakin, pernyataan Agun bukan dari Golkar. Khairuddin menduga, pernyataan Agun merupakan reaksi spontan atas kejadian yang dialami Misbakhun.
"Dalam konteks pertemanan, solidaritas semacam itu sering terjadi. Tapi dalam konteks hukum dan politik, langkah Agun merupakan blunder," tandas Khairuddin.
(mok/mok)










































