"Ya, pasti itu. Tapi nanti dimananya(posisi), sekarang kan belum dibicarakan," kata Mbah Sahal dalam jumpa pers di Arena Muktamar, Asrama haji Sudiang, makassar, Sabtu (27/3/2010).
Kepemimpinan Mbah Sahal yang ketiga kalinya ini akan difokuskan untuk memperkuat program prorakyat terkait pendidikan, kesehatan dan ekonomi umat. Hal ini disebabkan karena selama ini peran sosial kemasyarakatan NU dinilai lebih sedikit dibanding peran sosial politik yang lebih mengemuka di bawah PBNU pimpinan KH Hasyim Muzadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah petikan wawancara Mbah Sahal dalam jumpa pers setelah terpilih menjadi Rais Aam.
Apa upaya Anda untuk memaksimalkan Khittah di NU?Banyak aspeknya, ekonomi, pendidikan, kesehatan. Semuanya di bidang masyarakat.
Dengan perubahan AD/ART kewenangan Rais Aam cukup luas?Sebenarnya tidak berubah, sudah sejak dulu. Ndak berubah itu, biasa.
Artinya Anda akan berperan lebih di Rais Aam daripada di dua periode Anda
sebelumnya?
Maksud saya begitu, adapun pelaksanaanya nanti tunggu Allah yang akan menentukan.
Perdebatan saat ini masih seputar relasi NU dengan Negara, bagaimana NU ke depan di bawah Anda?
Tidak ada. Kritis tapi kerja, teman tapi kritis. Berteman tapi kritis. Itu selama ini seperti itu.
Apa yang Anda lakukan setelah adanya ketegangan antar nadhlyin baik cabang maupun wilayah?
Tidak ada. Apalagi dendam, saya ini bukan pendendam.
Siap merangkul KH Hasyim Muzadi?Tentu, tentu.
Kapan rencananya?Belum, belum.
Apakah sudah komunikasi dengan Pak Hasyim pasca terpilih?Belum, belum.
Apa respons Anda tentang kemunduran Pak Hasyim?Saya terima kasih. Jangan Tanya saja, Tanya pak Hasyim.
Apakah kemunduran Pak Hasyim bentuk ketawadlu’an kepada Anda yang lebih senior?Saya tidak tahu. Tanyakan ke orangnya, jangan saya diajak untuk mengeomentari
orang, tidak benar itu.
Apakah kemunduran Pak Hasyim bentuk tradisi NU yang masih terjaga, yunior
menghormati senior?Saya tidak tahu maksudnya (kemunduran).
Apakah KH Maemun Zubair akan dijadikan mustasyar?Belum juga, saya belum membicarakan masalah struktur
Siap menerima amanat dari muktamirin?Tentu, itu kewajiban.
Pasca proses pemilihan ini, konsep pemilihan ahlul halli wal aqdi apakah ke
depannya akan dilembagakan oleh NU?Tidak, itu sudah terjadi. Tatibnya sendiri tidak begitu.
Untuk Tanfidziyah apakah Anda siap bekerja dengan siapa saja?Semua kerjasama dengan siapa pun, tergantung muktamar. (yid/Rez)











































