Segelas Kopi Pahit untuk Setahun Situ Gintung

Segelas Kopi Pahit untuk Setahun Situ Gintung

- detikNews
Sabtu, 27 Mar 2010 16:29 WIB
Segelas Kopi Pahit untuk Setahun Situ Gintung
Jakarta - Mata Waryo, (45) menerawang. Tatapannya mencoba menerobos kenangan setahun lalu, derita di subuh buta. Lantas, gelas berisi kopi pahit dia seruput dalam-dalam.

"Beginilah Situ Gintung sekarang," ujarnya kepada detikcom di teras rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari titik jebolnya Situ Gintung, Tangerang, Banten, Sabtu, (27/3/2010).

Tak jauh dari rumahnya, nampak peralatan berat dan gelondongan beton berserakan di sana-sini. Rencananya, alat berat tersebut untuk membenahi dan memfungsikan kembali situ peninggalan zaman Belanda tersebut.

"Satu tahun lalu ya seperti yang ada di berita-berita," jawabnya ketika ditanya kenangannya pada subuh kelabu itu.

Setelah satu tahun, hamparan tanah berserak dari tanggul situ hingga belakang kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta. Satu jalan aspal telah kembali berfungsi melintasi lembah.

Tepat di tengah lembah, di tepi aliran sungai kini berdiri sebuah masjid dan gedung sekolah milik Yayasan Islam. Sementara pemerintah masih fokus membenahi penataan saluran air dan pembenahan tanggul.

"Kalau penataan perumahan, saya belum dengar bagaimana rencana konkretnya. Tapi ke depannya katanya juga ada," kisah lelaki yang puluhan tahun tinggal di daerah tersebut.

Pagi tadi, ratusan warga beserta Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar tahlilan mengenang setahun bencana tersebut.

Diperkirakan 100 orang lebih tewas, tapi hingga sekarang belum ada penetapan pihak yang bertanggungjawab terhadap bencana itu.

"Saya pergi dulu ya. Mau lihat-lihat situ," ucapnya menutup pembicaraan dengan tak lupa menghabiskan segelas kopi pahit.

(asp/nik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait