Fadel Stop Pembelian Kapal Riset Mewah 'Lagoon 500'

Kapal Mewah Kementerian KP

Fadel Stop Pembelian Kapal Riset Mewah 'Lagoon 500'

- detikNews
Sabtu, 27 Mar 2010 11:35 WIB
Fadel Stop Pembelian Kapal Riset Mewah Lagoon 500
Jakarta - Anggota DPR pernah meributkan kapal riset mewah Lagoon 500 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP). Menteri Kelautan dan Perikanan juga kaget dan langsung menghentikan pembelian.

"Saya nggak setuju, saya nggak mau. Makanya saya lapor ke BPK. Saya minta semua default," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam perbincangan di kantor detikcom, Jumat (26/3/2010).

Pengadaan kapal Lagoon adalah kebijakan kementerian sebelum Fadel menjabat. Lagoon sesungguhnya adalah kapal yacht untuk pesiar dan terlalu mewah jika hanya untuk riset terumbu karang belaka.

"Kapal itu terlalu luks. Ruang tidurnya saja mewah betul. Buat pesiar Pak Fadel bolehlah. Tapi bukan sebagai menteri," ungkap Fadel sambil tertawa.

Fadel malah lebih sreg dengan kapal riset baru keluaran Bakosurtanal. Dia sudah mendapat laporan kapal riset itu baru, desainnya bagus dan harganya tidak mahal. Namun Fadel belum mempelajari spesifikasi kapal itu.

"Kalau kapal riset seperti itu bisa saja. Saya juga mau beli kapal riset seperti di Jepang dan Amerika Serikat. Tapi bukan kapal pesiar," tandas politisi Golkar ini.

Harga Lagoon 500 keluaran 2009 dijual seharga US$ 899.000 atau Rp 8,5 miliar. Lagoon ini sudah merupakan tipe penjelajah yang dilengkapi mesin motor Yanmar atau Volvo yang lebih bertenaga, dan penggulung layar elektrik.

Kabarnya, Kementerian KP membeli kapal mewah itu dalam kondisi baru. Lagoon 500 diklaim digunakan untuk memantau terumbu karang. Pemerintah Indonesia membelinya dengan harga sekitar Rp 14 miliar.

Pembelian kapal mewah ini menuai kontroversi. Selain dinilai harganya yang terlampau mahal, kapal itu juga dinilai terlalu mewah untuk digunakan hanya memantau terumbu karang. Kapal ini aslinya adalah kapal yacht untuk pesiar. (nik/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads