Demikian penggalan deskripsi grup 'ORANG BIJAK TOLAK GRUP BOIKOT BAYAR PAJAK' yang muncul di Facebook. Dilihat dari namanya, grup ini sepertinya ditujukan untuk menyaingi grup sebelumnya, yakni 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung BOIKOT BAYAR PAJAK untuk KEADILAN.
Grup ini dibidani oleh Raden Mas Sumantri Priyodjatmiko. Pria lulusan STAN tersebut meminta kepada publik untuk tidak berpikiran sempit menghadapi kasus markus pajak senilai Rp 25 miliar yang melibatkan Gayus Tambunan yang kini kabur ke Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"GT, orang yang telah mencoreng nama baik institusi Direktorat Jenderal Pajak yang telah dirintis seiring reformasi birokrasi sudah membuat opini negatif tak berdasar kepada pajak. Berhentilah berpikiran sempit, negara adalah Anda, Anda adalah negara," demikian kata Raden Mas Sumantri dalam grup FB yang dia bikin.
Tak tanggung-tanggung, grup ini sudah memiliki pendukung 3 ribu lebih. Saat detikcom mengunjungi grup tersebut, Sabtu (27/3/2010) pukul 05.50 WIB, jumlah pendukungnya mencapai 3.192 orang.
"Manusia yang tidak melaksanakan kewajiban sebagai wajib pajak adalah orang pintar. Yaitu orang yang pintar menipu, memanipulasi, dan mengakali. Biasanya mereka cuma bisa menuntut hak tanpa mau melaksanakan kewajiban," demikian kata Pradipta Wahyadyatmika dalam wall grup tersebut.
Sebagian besar pendukung grup ini menyumpahi Gayus Tambunan sebagai biang kerok tercemarnya Ditjen Pajak yang selama ini telah berupaya menjalankan reformasi birokrasi.
"Rp 25 miliar, usia 30 tahun? Baru ketahuan setelah dikasih tahu Pak Susno? Saya rasa nasib Pak Susno pun akan dihantam balik polisi. GT karena kebanyakan, gimana dengan yang kecil-kecil," kata anggota grup yang lain, Afandi Mohamad.
Pilih mana? Boikot bayar pajak atau tolak grup boikot bayar pajak? (anw/anw)










































