Raja Lahrasib Khan (56) diduga melakukan pembicaraan dengan salah seorang pemimpin Sunni ekstrimis yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda.
Khan yang saat ini telah menjadi warga negara Amerika sejak 1988 tersebut dituduh berbincang-bincang dengan Ilyas Kashmiri, pemimpin organisasi Harakatul Jihad Islami di Kashmir, dituduh sebagai mata-mata Al Qaeda di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembicaraan tersebut, disebutkan tidak sulit untuk membawa sebuah bom ransel dengan remote controll yang diletakkan di beberapa lokasi yang berbeda di sebuah stadion. "Dan kemudian bom tersebut siap diledakkan, duarr," demikian dokumen tersebut berbunyi.
Khan juga dituduh mengirimkan sejumlah uang kepada Kashmiri untuk kemudian akan digunakan membiayai pembuatan bom rakitan untuk disuplai kepada para teroris.
Tak cuma itu, Khan juga dituduh telah mengirimkan US$ 950 ke Pakistan pada November 2009 dan meminta kepada temannya untuk memberikan US$ 300 dari uang tersebut kepada Kashmiri.
Khan ditangkap tanpa perlawanan pada Jumat (26/3/2010) dan akan dihadapkan dengan pasal terorisme.
"Meski tidak ada ancaman bahaya di Chicago, namun penegakan hukum atas kasus ini harus diutamakan, terlebih ini adalah upaya untuk melindungi warga dari upaya terorisme," kata Jaksa Patrick Fitzgerald seperti dilansir AFP, Sabtu (27/3/2010).
Dia mengatakan, kasus yang dialami oleh Khan ini tidak ada hubungannya dengan kasus serupa dua warga Chicago yang memiliki kaitan dengan Kashmiri, David Coleman Headley dan Tahwwur Hussain Rana, yang terkait dengan kasus peledakan hotel di Mumbai, India pada 2008 lalu.
(anw/anw)










































