"Pihak Perum Damri selama ini tidak pernah membuat komitmen dalam bentuk apapun untuk kesuksesan bisnis Mercedes Benz," demikian kata Humas Perum Damri dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (26/3/2010).
Perum Damri mengaku sudah sejak tahun 1983 sebagian besar armadanya menggunakan merek Mercedes Benz. Posisi saat ini 60 persen dari jumlah armada sebanyak 1.751 menggunakan Mercedes-Benz. "Terakhir Perum Damri membeli langsung dari pihak Mercedes Benz tahun 2005 sebanyak 8 unit bus tipe 1518/60, melalui Tim Pengadaan Barang dan Jasa."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data tentang aliran dana ini diungkap dalam berkas tuntutan setebal 76 halaman dari US Departmen of Justice (Depkum HAM AS). Data ini memuat berbagai praktik suap Daimler di 22 negara dalam rentang waktu 1998-2008, termasuk di Indonesia.
Selain Indonesia, para pejabat negara-negara besar disebutkan terlibat dalam praktik menerima uang suap itu. Misalnya saja Rusia, China, Mesir, Turki, Thailand. Semua demi memuluskan tender-tender Daimler dengan pemerintah negara tersebut.
(anw/anw)










































