"Ada yang perlu diambil. Sekarang tinggal di tenda terpal dulu sampi surut," ucap Salim warga RT 9/6 Dusun Gempol Rawa, Desa Tanjungpura, Karawang Barat, Jumat (26/3/2010).
Bersama sedikitnya 400 Kepala Keluarga (KK) dari 11 RT, Salim membangun tenda darurat di jalan yang masih tanah bercampur batu kali selebar 1,5 meter. Terpal dibentangkanbya di atas sebatang bambu, berderet dengan tenda lain milik tetangganya sesama pengungsi.
Di bawah tenda berdinding kardus atau plastik tersebut, warga menempatkan harta benda yang berhasil mereka selamatkan dari banjir. Meja, sofa, kursi, televisi, piring, kasur, pakaian dan kompor bercampur dengan hewan ternak seperti ayam dan angsa .
"Kalau malam ya digigit nyamuk. Tapi sudah kebal, hahaha...," kekeh Asep (27).
Selain tinggal di gubuk darurat, warga juga mengunggi ke masjid dan rumah kerabat masing-masing. Di Masjid Jami Nurul Iman misalnya, warga mulai menempati halaman masjid sejak Kamis pekan lalu saat air sungai Citarum yang berjarak 200 meter dari tempat tinggal mereka meluber.
"Di sini ada 100 KK, semua masih sehat. Kalau ada yang sakit ya paling
gatal-gatal," tutur Danang, salah satu pengurus masjid sambil menunjuk
aktifitas MCK yang menggunakan air banjir hingga tak aneh bila membuat kulit gatal.
(Ari/lh)











































