Gayus Tarik Tunai Rp 6,2 Miliar Selama 5 Minggu

Markus Pajak Rp 25 Miliar

Gayus Tarik Tunai Rp 6,2 Miliar Selama 5 Minggu

- detikNews
Jumat, 26 Mar 2010 15:35 WIB
 Gayus Tarik Tunai Rp 6,2 Miliar Selama 5 Minggu
Jakarta - Mabes Polri mencabut pemblokiran rekening Gayus Tambunan pada 26 November 2009. Beberapa hari setelah itu, Gayus kemudian menarik uangnya secara tunai dalam jumlah besar. Selama lima minggu, dia menarik tunai Rp 6,2 miliar. Dikemanakan uang Rp 6,2 miliar tersebut oleh Gayus? Benar-benar mencurigakan.

Dalam data yang didapatkan detikcom, Jumat (26/3/2010), di rekening utama Gayus di Bank Panin sebenarnya terdapat uang lebih dari Rp 25 miliar. Saldo per 24 November 2009, uang di rekening itu tercatat sebesar Rp 28 miliar.

Awalnya, polisi memblokir rekening Gayus tersebut demi penyidikan terhadap Gayus yang diduga melakukan penggelapan pajak dan pencucian uang. Namun, Direktur Ekonomi Khusus  Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Raja Erisman mengeluarkan surat bertanggal 26 November 2009 untuk membuka blokir tersebut. Penyidikan polisi, hanya Rp 390 juta uang Gayus yang bermasalah.

Uang sisanya, menurut polisi diakui Andi Kosasih, partner bisnis Gayus, sebagai miliknya. Gayus juga memperkuat pengakuan Andi itu. Namun, belakangan diketahui bahwa ternyata pengakuan Andi palsu. Bohong besar! Demikian juga pengakuan Gayus. Polisi menyadari pengakuan Andi itu bohong setelah mendapat data dari PPATK atas rekening Gayus setelah pencabutan pemblokiran itu dilakukan.

Dalam data mengenai aliran uang Gayus Tambunan itu, terlihat bahwa Gayus segera beraksi setelah rekeningnya tidak diblokir lagi. Pada 3 Desember 2009, kurang dari seminggu setelah blokir dibuka, Gayus memindahkan uang Rp 10 miliar ke rekening atas nama dirinya di Bank Mandiri.

Kemudian pada 9-16 Desember 2009, Gayus mentransfer uang Rp 900 juta ke rekening Meliana A, yang diduga istri Gayus, di BII sebesar Rp 900 juta. Pada 25 Januari-9 Februari 2010, Gayus mentransfer uang Rp 1,95 miliar ke rekening Andi Kosasih di BCA dan mentransfer Rp 825 juta ke rekening Yeni M sebesar Rp 825 juta. Siapa Yeni? Hingga kini, misterius.

Pada 9 Februari 2010, Gayus mentransfer uang Rp 1 miliar ke rekening Panin Bank bernomor 120112043138. Siapa nama pemilik rekening ini, masih belum jelas. Pada 4-29 Desember 2009, Gayus mengirimkan uang ke rekening atas nama Selly A di Bank Mega sebesar Rp 12,15 miliar.

Total, ada uang Rp 26 miliar yang keluar dari rekening utama Gayus di Bank Panin itu dari 24 November 2009-22 Maret 2010. Saldo di rekening itu hingga 22 Maret masih Rp 2 miliar.

Dari berbagai aliran dana ini, yang menarik adalah pengambilan uang tunai dalam jumlah miliaran rupiah oleh Gayus di rekeningnya di Bank Mandiri. Pada 3 Desember 2009, Gayus telah mentransfer uang Rp 10 miliar ke rekening Bank Mandiri ini.

Tak lama setelah transfer ke rekening itu, Gayus kemudian mengambil tunai uang dari rekening di Bank Mandiri ini sehari setelah transfer dilakukan, yaitu pada 4 Desember 2009. Jumlah uang yang ia ambil pada 4 Desember itu sebesar Rp 4,724 miliar.

Beberapa minggu kemudian, Gayus kembali mengambil uang tunai dari rekening Bank Mandiri Rp 1 miliar pada 30 Desember 2009. Lantas, pada 12 Januari 2010, Gayus mengambil uang lagi dari rekening di Bank Mandiri itu Rp 490 juta.

Total selama lima minggu, dari 4 Desember 2009 hingga 12 Januari 2010, Gayus mengambil uang tunai Rp 6,2 miliar. Digunakan Gayus untuk apa uang cash Rp 6,2 miliar ini? Apakah uang ini dibagi-bagi Gayus ke sejumlah pihak, termasuk aparat penegak hukum? Belum diketahui. Untuk menelusurinya tentu sulit, karena dalam bentuk cash.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan dari Mabes Polri mengenai aliran uang dari rekening Gayus itu. Gayus juga sudah sulit dihubungi, karena kabarnya sudah menghilang ke Singapura. Rumahnya di kawasan Kelapa Gading juga tampak sepi.

(asy/ndr)


Berita Terkait