Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di sekitar perbatasan Cigania-Sukatani Purwakarta. Salah seorang penumpang menceritakan kepada detikcom bahwa kejadian tersebut sempat membuat trauma.
"Kita kaget karena anjloknya sangat terasa. Kipas angin pada jatuh," kata Abban kepada detikcom melalui telepon, Jumat (26/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya duduk di gerbong 4. Saya lihat roda di gerbong 3 malah ada di gerbong 4," jelasnya.
Akhirnya, seluruh penumpang gerbong bisnis 3 dan 4 dievakuasi menuju gerbong bisnis 2 dan 1. Sebagian juga ada yang diarahkan menuju gerbong eksekutif.
Abban menjelaskan, dirinya tidak mengetahui ada korban dalam kejadian ini. Namun diduga ada satu orang yang tewas akibat tergencet.
"Saya kurang tahu jelasnya, karena saat itu keadaannya gelap. Mungkin saja ada orang yang sedang duduk dan berdiri di perbatasan gerbong jatuh," ungkap Abban.
Kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar 30 menit kemudian, KA Parahyangan kembali berjalan. Sementara gerbong bisnis 3 dan 4 ditinggalkan oleh petugas.
"Kalau tidak salah kereta di belakang terhalang dan belum jalan," pungkasnya.
(ape/mpr)











































