"Pada hari Amerika akan mengambil keputusan seperti itu (untuk mengeksekusi Mohammed dan yang lainnya) kami akan mengambil keputusan untuk mengeksekusi siapa pun yang kami tangkap," ujar Osama dalam rilis rekaman suara yang baru dikeluarkannya seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (25/3/2010).
Osama juga mengatakan bahwa Presiden AS Barack Obama mengikuti jejak pendahulunya George Bush, mantan presiden AS sebelumnya. Para politisi di Gedung Putih telah berbuat tidak adil terutama mereka yang mendukung Israel dalam pendudukan Palestina.
"Mereka selalu berpikir bahwa Amerika menyebrangi lautan dilindungi dari kemarahan kaum tertindas hingga reaksi keras kami dengar di rumah anda pada 9/11 dengan bantuan Tuhan," kata Osama dalam rekaman.
Gedung Putih tidak menanggapi secara langsung pemberitaan tersebut. Namun juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan presiden AS telah tepat dalam meningkatkan tempo dan memberi tekanan pada jaringan Al-Qaeda.
"Kita melihat bahwa Al-Qaeda tidak hanya menyebar kebencian dan itulah mengapa pemerintah akan menjaga tekanan untuk menghancurkan jaringan Al-Qaeda," terangnya.
Masih belum jelas apakah rekaman tersebut asli atau tidak. Rekaman ancaman yang ditengarai berisi suara Osama Bin Laden memang sering dirilis. Rekaman terakhir dikeluarkan pada Januari lalu.
(mpr/ape)











































