"Boleh pulang, kalau nggak hari Sabtu yah Minggu," kata Listia saat ditemui di RS Puri Indah, Jakarta Barat, Kamis (25/3/2010).
Pantauan detikcom, Tia begitu biasa dipanggil, sudah kembali terlihat ceria. Senyum mengembang terus terlihat di wajahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru dicabut satu," jelas Tia.
Meski sesekali rasa nyeri di punggung dan pundak masih ada, ia tetap ramah setiap menjawab pertanyaan. Namun Tia harus menghentikan sesaat perbincangan jika batuk sudah datang.
"Nggak enak kalau batuk, sakit," jelasnya.
Selama di ruang perawatan, teman-temang Tia serta keluarganya terus berdatangan memberi dukungan. Ini juga lah yang membuat Tia bisa begitu cepat pulih.
Saat detikcom berada di kamar Tia, seorang suster sempat datang untuk menyerahkan sisa jaringan kulit dan foto persis sebelum ia dioperasi akibat 17 tusukan. Tia terlihat santai melihat foto-foto tersebut dan tidak merasa takut
"Gila dalam juga yah tusukannya," ujarnya saat melihat foto luka tusukan di leher.
Ia mengaku tidak tahu persis kapan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tia hanya menyesal harus cuti dari UPH karena kejadian ini. Padahal tidak lama lagi, Tia akan menempuh final test.
"Kata dokter, kelingking kiri saya bisa nggak kembali normal, karena ada uratnya yang putus. Tapi nggak tahu jugalah, biar Tuhan yang tentuin," ujar Tia Bijak.
Tia dilarikan ke RS akibat 17 tusukan yang diduga dilakukan temannya sendiri, Maisy Nathania. Motif penusukannya ini sendiri hingga sekarang belum jelas.
(mok/ndr)











































