"Saya kok yakin dapat dukungan besar. Saya rasakan dukungan kepada saya makin besar, meskipun saya muncul sebagai ketua umum paling belakang," kata Ahmad Bagdja kepada wartawan di sela-sela Muktamar NU ke-32 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/3/2010).
Bagdja mengaku, dirinya muncul sebagai kandidat ketua umum PBNU bukan karena kehendak pribadinya, tapi karena desakan banyak kalangan, termasuk para kiai, Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bagdja, jabatan apapun memang datangnya dari Allah SWT, maka biarlah para muktamirin yang menilai apa adanya tanpa melakukan kampanye. "Saya ingin memelihara tradisi NU, Saya ingin menghormati muktamar, para kiai dan peserta muktamar," jelasnya.
Lantas Bagdja mengungkapkan konsep membangun NU bila dipilih menjadi ketua umum PBNU dengan memperkuat tiga bidang garapan NU, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
"Jadi ke depan kita akan mendata secara lengkap potensi kita apa saja, jadi gampang. Kalau sudah ada tipe sekian, rujukannya tipe yang lain. Nanti daerah lain rujukannya ke situ," pungkasnya.
(zal/yid)











































