Survei Puskaptis: Gus Sholah Kandidat yang Diminati Warga NU

Muktamar NU

Survei Puskaptis: Gus Sholah Kandidat yang Diminati Warga NU

- detikNews
Kamis, 25 Mar 2010 18:06 WIB
Survei Puskaptis: Gus Sholah Kandidat yang Diminati Warga NU
Jakarta - Di tengah perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Ke-32 yang sedang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, muncul survei yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Dari hasil surveinya itu, kandiat ketua umum PBNU KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) mendapatkan dukungan warga NU sekitar 86,15 persen.

Survei Puskaptis yang menggunakan metodelogi multistage random sampling  terhadap 880 responden di 33 provinsi dari tanggal 23-24 Maret 2010 ini menempatkan Gus Sholah sebagai calon ketua umum PBNU yang dianggap paling layak dibandingkan dengan kandidat lainnya.

"Responden ini merupakan warga Nahdliyin dengan margin error 3 persen dan tingkat keyakinan 95 persen," kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid dalam rilisnya yang diterima detikcom di arena muktamar NU, Makassar, Kamis (25/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil survei ini menyebutkan, Gus Sholah memperoleh 86,15 persen dukungan responden. Sementara prosentase tertinggi kedua ditempati Ali Maschan Moesa dengan 4,62 persen. Kandidat lainnya, Masdar Farid Mas’udi dan Said Aqil Siradj masing-masing memperoleh 3,08 persen dan 1,54 persen. Kandidat lainnya, Ahmad Bagdja dan Slamet Effendi Yusuf ternyata tidak menjadi pilihan warga Nahdliyin.

Menurut Husin, Gus Sholah dianggap warga NU paling layak menjadi pengganti Gus Dur karena memenuhi kriteria yang diinginkan responden. Gus Sholah selama ini memang sudah banyak dikenal luas, baik dari kalangan intern maupun ekstern NU. Untuk kriteria ini sebanyak 31,82 persen responden memilihnya.

Selain mengetahui sosok yang dianggap layak memimpin NU, dari survei juga diketahui harapan para Nahdliyin. Sebanyak 19,51 persen responden menginginkan NU lebih baik lagi dari sebelumnya. Menjaga toleransi antarumat beragama menjadi harapan tertinggi kedua dengan 17,07 persen.

Sementara harapan lainnya adalah lebih bijaksana dan bertanggung jawab (12,20%), mencerdaskan kehidupan bangsa (10,98%), lebih berperan untuk masyarakat (9,76%), mementingkan kehidupan masyarakat kecil (7,32%), membawa perubahan (13,41%), aman dan damai (6,10%), dan alasan lainnya (3,66).

(zal/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini