Protes Kepada Lily Wahid Hingga Gerakan Anti Money Politics

Muktamar NU

Protes Kepada Lily Wahid Hingga Gerakan Anti Money Politics

- detikNews
Kamis, 25 Mar 2010 17:50 WIB
Protes Kepada Lily Wahid Hingga Gerakan Anti Money Politics
Makassar - Di tengah-tengah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-32 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, seseorang yang mengaku anggota Pagar Nusa Makassar membakar jas hitam. Aksinya itu disaksikan sejumlah peserta muktamar, kiai dan perwakilan NU yang tengah istirahat.

Aksi anggota Pagar Nusa, yang bernama A Jamal KM alias Om Betel ini dilakukan persis di depan aula besar di areal Asrama Haji itu, Kamis (25/3/2010) sore. Kedatangan Jamal ini awalnya sempat tidak diperhatikan, karena dia datang dengan mengenakan jubah warna hitam, peci putih dan membawa dua bungkusan, yang satu berisi baju jas dan satu lagi seperti payung yang dibungkus kain.

Saat itu, sejumlah kiai, ulama dan peserta muktamar sedang duduk-duduk santai di bawah tenda besar tengah asyik mengobrol. Tiba-tiba, sesorang seperti memberikan aba-aba, mengatakan, "Sudah siap, belum," di depan sejumlah wartawan elektronik yang tengah menyiapan peralatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, ocehan Jamal tak dihiraukan orang, namun ketika dia mulai membacakan sebuah pernyataan yang dituangkan dalam kertas. Baru para muktamirin paham dan langsung menghampirinya untuk melihat dari dekat. Jamal dalam pernyataan sikapnya ini membagikan surat itu kepada muktamirin.

"Kami dari Pagar Nusa Kota Makassar sangat kecewa mendengar dan membaca koran Tribun tanggal 25 Maret 2010 yang membuat berita bejudul 'Uang Century Beredar di Muktamar NU'". Kami mengecam pernyataan ibu Lily Wahid atas tudingan ini. Kami minta Ketua PBNU bertindak tegas terhadap penghinaan Ibu Lily Wahid terhadap eksistensi NU," katanya setengah berteriak.

Setelah itu, Jamal mengeluarkan korek api gas dan membakar jas hitam itu. Aksinya itu sempat akan dilarang, namun para peserta membiarkannya sambil menunggu aksi itu berhenti. Sejenak kemudian, sejumlah aparat kepolisian yang menyamar di lokasi pun sempat melakukan pengawasan.

Selain itu, ditengah muktamar juga banyak rilis yang mampir ke ruang Media Center Muktamar NU ke-32. Di antaranya rilis yang berkop Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama. Dalam rilisnya itu, disebutkan empat kandidat Ketua Umum PBNU telah menandatangani surat anti money politics.

"Komitmen tersebut kamu wujudkan dalam bentuk tanda tangan surat pernyataan anti money politics pada semua kandidat yang kini mencalonkan maupun dicalonkan," kata Ketua GPNU M Khoirul Rijal dalam rilisnya itu.

GPNU juga dalam rilisnya melampirkan copy-an surat pernyataan Anti Money Politics yang ditandatangani KH Solahuddin Wahid, KH Said Aqil Siradj, KH Masdar Farid Mas'udi dan KH Ahmad Bagdja.
(zal/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini