"Saya protes majelis hakim. Apa relevansinya, video tersebut dengan pasal yang dituduhkan ke terdakwa. Terdakwa hanya kena pasal membantu terorisme," ujar pengacara Amir, Munarman.
Munarman mengatakan itu saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (25/3/2010). Protes Munarman tersebut langsung disambut takbir pendukung M Jibril, salah satu terdakwa lainnya.
Sementara itu, dalam sidang Amir mengutip pernyataan perekrut bomber Ritz Carlton-Marriot, Saifudin Zuhri. Pernyataan itu dilontarkan Amir saat Zuhri-Jibril bertemu saat Umrah di Makkah.
Menurut Amir, Zuhri meminta dana untuk amaliyah tetapi ditolak. "Jibril orangnya pelit. Nggak minta duit ke dia," ucap Amir mengutip Saifudin Zuhri.
Kontan, pernyataan tersebut membuat pengunjung sidang tertawa geli. Sebab, kondisi itu berlawanan dengan dakwaan jaksa Firman Syah, bahwa Jibril menjadi penyandang dana atau
ikut membantu penyaluran dana dari donatur ke Noordin M Top.
"Saya tidak tahu Jibril siapa. Dia enggak menyebut. Jibril saja," jawab Amir saat ditanya apakah yang dimaksud Jibril adalah terdakwa M Jibril.
Amir juga mengaku tidak mengetahui pertemuan Noordin M Top-Jibril di Bintaro sektor IX. Amir hanya mengantar Noordin ke Sektor IX, lalu disuruh menunggu di mobil karena Noordin
hendak bertemu seseorang yang menurut jaksa adalah M Jibril.
"Saya tidak tahu mau bertemu siapa. Saya hanya sopir. Ibaratnya saya kopral, disuruh nunggu ya manut saja," kata Amir.
(Ari/nik)











































