Sekawanan Gajah Liar Kembali Ngamuk di Riau

Sekawanan Gajah Liar Kembali Ngamuk di Riau

- detikNews
Kamis, 25 Mar 2010 17:21 WIB
Pekanbaru - Konflik antara hewan liar dan manusia masih terjadi di Riau. Jika sebelumnya gajah ditemukan membusuk karena dibunuh warga, kini giliran gajah menyerang warga.

Korban penyerangan gajah itu adalah Sunardi (42) Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Di desa ini juga sebelumnya ditemukan gajah dalam kondisi membusuk yang diduga dibunuh warga setempat.

Kini warga yang diserang gajah itu menjalani perawatan di RS Ibnu Sina Pekanbaru. Korban mengalami patah tulang tangan kiri, dan memar pada bagian tulang rusuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban diserang gajah kemarin sore di kebun sawit miliknya saat ia berniat mengusir gajah yang masuk di perkebunannya," kata Kepala Desa Petani, Rianto saat dihubungi wartawan, Kamis (25/03/2010).

Dia menjelaskan,  sebulan terakhir kawanan gajah berjumlah lebih dari 20 ekor berkeliaran di sekitar desa mereka. Gajah liar ini tidak hanya merusak perkebunan warga, tapi juga mengancam keselamatan warga.

"Sudahlah harta kami habis dirusak, nyawa kamipun kini terancam. Sudah banyak warga desa yang mengungsi gara-gara takut diamuk gajah," kata Rianto.

Menurutnya, pihaknya sudah melaporkan kasus konflik ini ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tapi keluhan warga itu belum ditanggapi serius oleh pihak BBKSDA.

"Sampai sekarang belum ada tindakan konkrit dalam mengatasi konflik ini," kata Rianto.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau, Trisnu Danisworo yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya baru besok akan menurunkan dua gajah latih dari PLG Minas. Dua hewan terlatih itu digunakan untuk mengusir kawanan gajah liar tersebut keluar dari perkampungan.

"Wilayah desa tersebut memang merupakan wilayah jelajah gajah. Apa lagi menyusul rusaknya hutan margasatwa Balai Raja yang merupakan  salah satu kantong gajah di Riau," kata Trisnu.

Trisnu menduga, aksi menyerangan gajah tersebut, seperti ada balas dendam dari kelompok gajah yang keluarganya ditemukan mati.
"Gajah itu juga punya insting ketika keselamatannya terancam," kata Trisnu.

(cha/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini