Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Tarjih dan Tadjid PP Muhammadiyah Prof Dr Syamsul Anwar di sela-sela persiapan Munas ke 27 Majelis Tarjih dan Tadjid Muhammadiyah di kantor Muhammadiyah, Jl Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (25/3/2010).
"Pengawasan bisa dilakukan dengan tiga cara, hati nurani, masyarakat dan formal atau resmi. Itu yang harus kita lakukan. Soal markus akan menjadi catatan tersendiri dalam pertemuan nanti," kata Syamsul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita prihatin soal markus yang sudah ada dimana-mana," tukas Haedar.
(bgs/djo)











































