Hal tersebut diungkapkan Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe, usai menggelar acara di Mario's Place Cafe, Jl Cikini Raya, Jakarta, Kamis (25/3/2010).
"Saya yakin tingkat kelulusan hanya sekitar 40 atau 50 persen," ujar Lukas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana untuk mengirim soal ujian ke sekolah-sekolah saja kita harus menyewa pesawat seharga Rp 50 juta," ungkap Lukas.
Lukas berharap, ada perlakukan khusus bagi para pelajar di daerahnya. Berbagai hal, termasuk materi soal ujian, harus disesuaikan dengan kondisi proses belajar mengajar di sana.
"Meski demikian, kami saat ini tetap berusaha melaksanakan UN sesuai dengan jadwal dari Pusat. Meski dengan segala keterbatasan yang ada," tutur Lukas.
Meski demikian Lukas menegaskan, masalah pendidikan adalah program prioritas di Kabupaten Puncak Jaya. Untuk mendorong minat belajar warga, Pemkab Puncak Jaya melakukan berbagai program pendidikan.
"Semua sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA kita gratiskan. Kita juga membantu pelajar yang kuliah di Jawa dan tempat lainnya sebesar Rp 500 ribu sebulan. Kita bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan dana bantuan itu," kata Lukas.
Menurut Lukas, di Kabupaten Puncak Jaya, saat ini terdapat 2 SMA Negeri, 1 SMK Negeri, 5 SMP Negeri dan 70 SD Negeri.Β "Jadi untuk SMA dan SMK Negeri memang belum ada di setiap kecamatan," tutup Lukas.
(djo/nrl)











































