Menggangu, Panitia Minta Kandidat Ketum Copot Spanduk

Muktamar NU

Menggangu, Panitia Minta Kandidat Ketum Copot Spanduk

- detikNews
Kamis, 25 Mar 2010 13:42 WIB
Menggangu, Panitia Minta Kandidat Ketum Copot Spanduk
Makassar - Menjelang dan selama pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-32 di Asrama Haji, Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan dipenuhi sejumlah poster, umbul-umbul dan spanduk para kandidat Ketua Umum PBNU. Namun, karena mendapatkan kritik, panitia pelaksana muktamar memerintahkan spanduk-spanduk itu dicopot.

Perintah pencopotan spanduk para kandidat Ketua Umum PBNU ini merupakan salah satu keputusan yang dikeluarkan dan ditandatangani ketua panitia muktamar NU-32, KH Hafidz Usman, dalam sidang pleno di Muktamar NU-32, Asrama Haji, Sudiang, Makassar, Kamis (25/3/2010).

"Kandidat yang mengkampanyekan dirinya melalui spanduk-spanduk, baik yang berada di dalam arena muktamar maupun di luar agar dengan penuh kesadaran dan pengertian untuk mencabut spanduk-spanduk itu," kata Hafidz saat membacakan surat keputusan itu di sela-sela mendengarkan pemandangan umum dan tanggapan atas laporan pertanggugjawaban Ketua Umum PBNU periode 2005-2010 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hafidz, permintan untuk mencopot spanduk para kandidat ketua umum ini merupakan usulan dan kritikan dari para peserta muktamar. Bahkan, beberapa waktu sebelumnya KH Mustofa Bisri menilai penyelenggaraan muktamar kali ini diibaratkan seperti penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), karena penuhnya poster dan spanduk tersebut.

Seperti diketahui, sebelum memasuki areal muktamar, di sepanjang Jl Goa Ria dan Jl Asrama Haji, Sudiang, sudah banyak spanduk dan poster para kandidat yang terpampang. Di antaranya kandidat KH Said Aqil Siradj, KH Solahuddin Wahid, KH Masdar Farid Mas'udi, Slamet Effendi Yusuf, Ali Maschan Musa dan Ulil Absar Abdalla, kecuali Ahmad Bagdja yang memang tak satupun memasang spanduk.

Sampai berita ini dilaporkan, spanduk-spanduk ini masih terpasang di jalan-jalan tersebut hingga di tempat arena muktamar. Para petugas keamanan internal NU mengaku belum tahu ada perintah untuk mencopotnya. "Saya belum tahu mas, mungkin nanti kita koordinasikan dahulu," ungkap salah sorang petugas keamanan NU ini kepada detikcom.
(zal/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads