"Tidak ada paket-paketan. Rais Am dan Ketua Umum semua serahkan pada muktamirin," kata Gus Sholah, sapaan akrab KH Sholahudin Wahid kepada wartawan di arena muktamar di Makassar, Kamis (25/3/2010).
Sholah tidak mempersoalkan siapapun yang menjadi Rais Am. Sebab, semua yang menentukan adalah muktamirin. Sebagai tanfidziyah, jika dipercaya memegang posisi ketua umum PBNU, Gus Sholah akan menjalankan amanat organisasi dengan Rais Am siapapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut adik kandung Gus Dur ini, jika sistem paket Rais Am-Ketua Umum PBNU dipaksakan, dikhawatirkan bisa berdampak negative. Sebab, pola ini akan berpotensi membenturkan beberapa kelompok sehingga bisa menimbulkan perpecahan.
"Sebab, antara kiai dengan kelompok kiai yang lain bisa berbeda. Atau antara pimpinan PCNU yang satu dengan pimpinan PCNU yang lain," pungkas pengasuh Ponpes Tebuireng ini.
Sebelumnya sempat beredar isu sistem paket dalam pemilihan Rais Am dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Gus Sholah dikabarkan satu paket dengan KH Hasyim Muzadi dan Said Aqil satu paket dengan KH Sahal Mahfudz. Namun, semua orang yang disebut dalam isu itu membantah sistem paket ini.
(mna/yid)










































