Keramaian mulai terasa paling tidak dua kilometer menjelang lokasi muktamar di Asrama Haji, Sudiang, Makassar. Deretan kendaraan bermotor roda empat dan dua terparkir di kiri dan kanan jalan hingga mencapai satu kilometer lebih.
Di sela-sela kendaraan yang terparkir tak jarang terdapat pedagang kaki lima dengan barang dagangannya masing-masing. Makin mendekati gedung, makin banyak saja pedagang dan puncaknya adalah di dua lapangan yang berada di dalam areal asrama.
Pantauan reporter detikcom, Rabu (24/3/2010), barang-barang yang digelar pedagang tidak sebatas merchandise NU. Ada kemeja batik, mainan anak-anak, pakaian wanita, jilbab dan banyak lagi lainnya.
"Biasanya saya dagang di sini kalau musim haji, tapi karena ada acara NU ya saya dagang lagi di sini. Ramai juga," ujar Aco yang menjajakan songkok khas Makassar.
Tidak ketinggalan warung tenda yang menjajakan berbagai rupa menu makanan, meski tidak semua yang dijajakan adalah makanan khas Makassar. Bahkan di salah satu bagian ada menghadirkan permainan komidi putar dan becak odong-odong.
"Biasanya di sini sepi dan gelap. Mumpung ada keramaian, ya saya ajak anak ke mari cari hiburan," ujar Ima seorang ibu warga perumahan di Sudiang.
(lh/mad)











































