"Rais Am itu kan pemberian Allah, jadi tidak bisa diminta-minta. Wilayah tanfidziyah itu wilayah kemasyhuran. Wilayah syuriah, itu wilayah keluhuran dan kebenaran," kata Hasyim dalam wawancara dengan detikcom di kediaman anggota DPRD Sulsel, Anwar Sadat, di Jl Lacukang No 22, Makassar, Rabu (24/3/2010).
Menurut mantan cawapres Megawati dalam Pilpres 2004 lalu ini, sampai sekarang dia belum pernah mengutarakan niatnya maju sebagai Rais Am. Karena itu, Hasyim pun mengaku tidak tahu akan maju atau tidak, karena semuanya tergantung muktamirin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal sudah berapa PCNU yang memintanya untuk menggantikan posisinya Rais Am sekarang, KH Sahal Mahfudz, Hasyim menjawab diplomatis. "Kalau saya terlalu merasa ada yang mendukung, itu namanya GR (gede rasa).
"Yang terpilih di muktamar itu sudah pasti orang yang tepat. Semua (kader NU) punya hak untuk maju, dan muktamirin semua punya hak untuk memilih," pungkasnya.
(yid/nrl)











































