Keterangan beberapa tetangga, ayah tujuh anak ini pergi dari rumahnya di Jl. Mangaan Satu, Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu pagi. Kepergian Wagimin sehari setelah anak tertuanya, Rismawati (28) mengadu ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) di Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (23/3/2010) sore.
Kuat dugaan, Wagimin sengaja pergi dari rumah untuk menghindari pemanggilan petugas Poltabes Medan karena telah dilaporkan melakukan tindak kekerasan dan memaksa anak bungsunya, sebut saja Bunga, agar mau menikah siri dengan Muhammad Indra Bairi, kakek berusia 60 tahun, warga Jl. Kolonel Yos Sudarso Medan pada Oktober 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetangganya, Nek Rasinah mengatakan, Wagimin buru-buru pergi dari rumahnya pada pagi hari. Namun Nek Rasinah tidak dapat memastikan kepergian apakah Wagimin sengaja menghindari wartawan atau pemanggilan polisi.Β
"Dari pagi sudah pergi. Tidak tahu kemana. Isterinya tadi masih ada di rumah. Sekarang sudah pergi juga," kata Nek Rasinah.
Anak kelima Wagimin bernama Fikayana (20), yang menyewa sebuah rumah tidak jauh dari rumah ayahnya, juga mengaku tidak tahu kemana ayahnya. "Tidak tahu bapak kemana. Tapi kami ada pegang kunci kalau mau masuk ke rumah," kata Fikayana.
(rul/djo)











































