"Hingga saat ini Kiai Sahal masih terbuka untuk dipasangkan dengan siapa pun. Belum pernah ada kesepakatan apa pun antara Kiai Sahal dengan kandidat yang ada," kata Imam menyikapi isu duet Kiai Sahal-Said Aqil Siradj, di arena muktamar, Makassar, Rabu (24/3/2010).
Menurut Imam, Kiai Sahal mempersilakan calon ketua umum tanfidziyah untuk berkompetisi secara fair dan berakhlak. Siapa pun yang nanti terpilih sebagai ketua umum PBNU bisa membawa organisasi ini pada penguatan fungsi keagamaan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam menepis adanya isu tidak sedap terhadap Sahal Mahfudh yang dituduh mendukung jaringan Islam liberal. Tuduhan itu dinilai tidak berdasar dan hanya ingin menyudutkan calon Rais AM PBNU tersebut.
"Itu jelas ada dalam naskah pidato Kiai Sahal dalam pembukaan muktamar, beliau menolak Islam liberal karena bertentangan dengan prinsip-prinisp ahlussunnah waljamaah," tandasnya.
(mna/yid)











































