Diplomat Israel tersebut diusir pemerintah Inggris terkait pemalsuan paspor 12 warga Inggris yang digunakan dalam pembunuhan pemimpin militer Hamas Mahmoud al-Mabhouh di Dubai, Januari lalu. Mossad dituding mendalangi pembunuhan tersebut.
Pengusiran itu membuat berang Israel. Bahkan sejumlah anggota parlemen Israel (Knesset) menyamakan pemerintah Inggris dengan "anjing-anjing anti-Semit". Mereka bahkan menyerukan pengusiran atase militer Inggris di Tel Aviv, Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan senada dicetuskan anggota parlemen Israel lainnya, Michael Ben-Ari. "Anjing-anjing biasanya loyal, Inggris mungkin anjing, tapi mereka tidak loyal pada kita. Mereka tampaknya loyal pada pendirian anti-Semit," cetusnya seperti dilansir harian Telegraph, Rabu (24/3/2010).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengatakan, ada alasan kuat untuk menyalahkan Israel atas pemalsuan paspor itu.
Israel tidak mengkonfirmasi ataupun membantah perannya dalam pembunuhan pada Januari lalu terhadap Mahmoud al-Mabhouh di salah satu hotel di Dubai.
Namun otoritas Dubai telah memberikan 27 nama anggota tim agen Israel yang diduga pelaku pembunuhan. Setelah dilacak, mereka menggunakan paspor Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman dan Australia untuk masuk dan meninggalkan Dubai.
Miliband mengatakan pihaknya mempunyai bukti kuat untuk membuktikan Israel bertanggung jawab atas pemalsuan 12 paspor Inggris yang digunakan. Ia juga telah meminta jaminan dari Israel agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
(ita/nrl)











































