Media Dilarang Liput Pertemuan Obama-Netanyahu

Media Dilarang Liput Pertemuan Obama-Netanyahu

- detikNews
Rabu, 24 Mar 2010 14:30 WIB
Media Dilarang Liput Pertemuan Obama-Netanyahu
Washington - Di tengah ketegangan AS-Israel soal pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem, Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan.

Pertemuan di Gedung Putih itu berlangsung sehari setelah Netanyahu menyampaikan sikapnya mengenai penolakan atas desakan AS untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi.

Tidak jelas apa hasil pertemuan Obama-Netanyahu itu. Sebab tidak seperti biasanya, media dilarang meliput pertemuan Obama dan Netanyahu di Oval Office tersebut. Kedua pemimpin itu juga tidak menyampaikan statemen publik setelah pembicaraan yang berlangsung sekitar 90 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian seperti diberitakan Reuters, Rabu (24/3/2010).

"Presiden Obama dan PM bertemu secara pribadi selama satu setengah jam, atmosfir pertemuan bagus," kata juru bicara Netanyahu, Nir Chefetz beberapa jam setelah pertemuan Obama-Netanyahu.

Sebelum pertemuan dengan Obama, Netanyahu sempat mengingatkan AS bahwa penghentian pemukiman Yahudi bisa menunda pembicaraan damai Israel-Palestina hingga setahun.

Dalam lawatannya ke Washington, Netanyahu juga telah melakukan pertemuan dengan figur-figur penting parlemen AS. "Meski tantangannya besar, kemitraan kita juga besar," kata Netanyahu saat bertemu Ketua DPR Nancy Pelosi dan Pimpinan Minoritas DPR Republikan John Boehner.

Boehner menyampaikan kegembiraannya atas kedatangan pemimpin negeri Yahudi itu.

"Kami tak punya sekutu yang lebih kuat di dunia selain Israel dan kita semua tahu bahwa kita berada dalam saat sulit tapi saya senang PM ada di sini... sehingga kita bisa melakukan dialog terbuka dan jujur mengenai bagaimana kita bisa memberikan keamanan lebih bagi teman-teman kita di Israel dan melakukan segenap kemampuan kita untuk memastikan bahwa Iran tak punya kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir," tandas Boehner. (ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads