Kejadian ini berlangsung di lobi lantai dasar Gedung Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (24/3/2010). Tepatnya pada saat jeda sidang judicial review UU Anti Penodaan/Penistaan dengan agenda mendengar keterangan para saksi ahli.
Seperti biasa, waktu jeda dimanfaatkan untuk menjalankan ibadah salat zuhur di musholla yang ada di lantai dasar. Baik sebagian anggota, baik dari kelompok pendukung UU Anti Penodaan/Penistaan dan yang mendesak pencabutannya, menjalankan salat secara berjamaah.
Seperti biasa pula, wartawan memanfaatkan kesempatan jeda untuk melakukan wawancara dengan kuasa hukum atau saksi ahli dari dua pihak. Kebetulan kali ini yang diwawancarai wartawan adalah Chairul Anam, kuasa hukum dari pihak yang meminta pencabutan UU 1/1965 dengan alasan mengekang kebebasan warga negara memeluk agama dan itu bertentangan dengan UUD 1945.
Rupanya ada sebagian anggota kelompok pro UU 1/1965 yang memantau proses wawancara. Mendengar pernyataan Choirul Anam yang bertentangan dengan aspirasi mereka, salah seorang mengeluarkan celetukan keberatan kelompoknya.
"Jangan bawa-bawa agama, sama-sama Islam kok," ujarnya.
Celetukan ini tentu bukan alasan bagi wartawan maupun Choirul Anam untuk menyudahi wawancara. Proses tanya jawab pun terus berlangsung hingga makin banyak saja anggota kelompok pro UU 1/1965 yang usai menjalankan salat zuhur ikut berkerumun di sekeliling tempat wawancara.
Mendadak seorang pria berpakaian gamis putih mendekati Choirul Anam dan langsung menghardik. "Sudah, jangan banyak omong!" bentak pria itu kepada Choirul Anam dari jarak yang sangat dekat.
Rasa kaget Choirul Anam berlanjut jadi kekhawatiran kala menyadari dirinya dikelilingi oleh pria yang memancarkan ekspresi marah. Pengacara dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) itu mencoba menghindar dengan bergegas menuju lift.
Massa pro UU 1/1965 tidak membiarkan Choirul Anam berlalu begitu saja. Mereka pun menarik pakaian Choirul Anam. Kelompok anti UU 1/1965 yang melihat kejadian ini berusaha membantu dengan menarik balik tubuh Choirul Anam. (lh/nrl)










































