Dianiaya Oknum Guru, Bola Mata Kiri Khadafi Robek

Dianiaya Oknum Guru, Bola Mata Kiri Khadafi Robek

- detikNews
Rabu, 24 Mar 2010 11:31 WIB
Makassar - Malang nian nasib Khadafi (12). Siswa kelas 1 SMP Negeri 1 Tamalate, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini harus menahan perih di bola matanya yang robek karena dipukul gurunya dengan kayu asam. Khadafi hingga kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Jl Mappaoddang, Makassar, Rabu (24/3/2010).

Peristiwa ini menimpa Khadafi pada Senin (22/3/2010) lalu, sekitar pukul 11.00 Wita. Berawal saat ia menendang sampah plastik mi instan ke luar kelas yang dibuang temannya. Secara kebetulan, ADK, ibu gurunya masuk ke dalam kelas untuk mengajar mata pelajaran Matematika. Menyaksikan Khadafi menendang sampah, ia langsung menampar pipi Khadafi, lalu  menjerembabkan kepala Khadafi ke papan tulis.

Tidak itu saja, ADK mengambil sebilah kayu asam dan mencoba memukul Khadafi. Tidak terima dipukul, Khadafi mencoba menangkis pukulan gurunya. Namun malang bagi Khadafi, kayu asam malah mengenai mata kirinya. Anak yatim itupun langsung tersungkur di lantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sehabis ibu guru memukul mata saya, saya sempat tidak sadar selama beberapa saat, setelah itu dia mencoba menghampiri saya, tapi dia tidak minta maaf,” ujar Khadafi saat ditemui detikcom di RS Bhayangkara.

Usai dipukul gurunya, Khadafi langsung pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari sekolah. Ibu Khadafi, Syamsiar Suyuti heran melihat putranya cepat pulang. Setelah tahu mata anaknya luka, ia lalu membawa Khadafi ke Puskesmas Tamalatea, Jeneponto.

Dari hasil visum puskesmas diketahui jika bola mata kiri Khadafi robek. Pihak puskesmas juga menyarankan Syamsiar untuk membawa Khadafi ke Klinik Mata Ratulanfi Center, di Makassar.

“Di klinik mata Ratulangi Medical Center juga hasil visumnya sama, mata kiri Khadafi rusak, jadinya kami membawa ke RS Bhayangkara, semoga masih ada harapan agar mata kiri anak saya kembali normal,” harap Syamsiar.

Syamsiar telah melaporkan oknum guru ADK ke Polsek Tamalatea, tapi pihak kepolisian di daerahnya dinilai lamban, ia pun melanjutkan laporannya di Polres Jeneponto. Dari pihak polres, Syamsiar mendapat informasi jika ADK mengalami shock dan kini diopname di RSUD Jeneponto. Syamsiar berencana melaporkan kasus yang dialami anaknya ke Komnas Perlindungan Anak. (mna/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads