Peristiwa ini menimpa Khadafi pada Senin (22/3/2010) lalu, sekitar pukul 11.00 Wita. Berawal saat ia menendang sampah plastik mi instan ke luar kelas yang dibuang temannya. Secara kebetulan, ADK, ibu gurunya masuk ke dalam kelas untuk mengajar mata pelajaran Matematika. Menyaksikan Khadafi menendang sampah, ia langsung menampar pipi Khadafi, lalu menjerembabkan kepala Khadafi ke papan tulis.
Tidak itu saja, ADK mengambil sebilah kayu asam dan mencoba memukul Khadafi. Tidak terima dipukul, Khadafi mencoba menangkis pukulan gurunya. Namun malang bagi Khadafi, kayu asam malah mengenai mata kirinya. Anak yatim itupun langsung tersungkur di lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai dipukul gurunya, Khadafi langsung pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari sekolah. Ibu Khadafi, Syamsiar Suyuti heran melihat putranya cepat pulang. Setelah tahu mata anaknya luka, ia lalu membawa Khadafi ke Puskesmas Tamalatea, Jeneponto.
Dari hasil visum puskesmas diketahui jika bola mata kiri Khadafi robek. Pihak puskesmas juga menyarankan Syamsiar untuk membawa Khadafi ke Klinik Mata Ratulanfi Center, di Makassar.
“Di klinik mata Ratulangi Medical Center juga hasil visumnya sama, mata kiri Khadafi rusak, jadinya kami membawa ke RS Bhayangkara, semoga masih ada harapan agar mata kiri anak saya kembali normal,” harap Syamsiar.
Syamsiar telah melaporkan oknum guru ADK ke Polsek Tamalatea, tapi pihak kepolisian di daerahnya dinilai lamban, ia pun melanjutkan laporannya di Polres Jeneponto. Dari pihak polres, Syamsiar mendapat informasi jika ADK mengalami shock dan kini diopname di RSUD Jeneponto. Syamsiar berencana melaporkan kasus yang dialami anaknya ke Komnas Perlindungan Anak. (mna/gun)











































