Seperti dilansir Straitstimes, Rabu (24/3/2010), ledakan terjadi setelah perdana menteri dan para menterinya bertemu di bawah pengamanan yang ketat.
Ledakan hanya merusak tiga mobil yang ketika ledakan terjadi berada di belakang gedung Kementerian Kesehatan. Gedung tersebut padahal dijaga oleh ribuan personel keamanan yang disebar, seiring maraknya aksi anti-pemerintah belakang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masih menunggu investigasi resmi untuk mengetahui tipe bom yang digunakan, tetapi awalnya saya yakin bom ditembakkan dari jalur cepat," kata menteri kepada wartawan.
"Itu menunjukkan politik kita sedang mendapat kekerasan yang lebih lagi," tambahnya.
Pejabat militer mengatakan mereka percaya ledakan disebabkan oleh granat M79. Sudah ada empat granat yang meledak bulan ini sejak Undang-undang pengamanan ketat diberlakukan untuk menghadapi demonstran. (lrn/ddt)











































