"NU itu bukan tempat menitu karir jabatan politik. Kalau mau menjadi Bupati atau Gubernur, silakan ke PKB. Ketua NU itu karirnya bukan ke sana, tapi sebagai tokoh masyarakat. Jadi saya tidak akan tergiur dengan tarikan syahwat politik," kata Said Aqil Siradj dalam keterangan persnya usai pembukaan Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/3/2010).
Menurut Said, bagi warga NU yang ingin memperoleh jabatan tertentu di pemerintahan atau politik dipersilakan untuk bergabung dengan sejumlah parpol yang ada. Said menambahkan, NU merupakan organisasi yang sejak dulu mampu mempersatukan berebagai kelompok yang saling bertentangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya adanya bebarapa parpol yang mendukungnya dalam pemilihan Ketua Umum PBNU, dengan diplomatis Said mengatakan, dukungan itu sah-sah saja dan wajar.
"Orang mendukung kan boleh, tapi jangan harap saya bisa diseret-seret. Saya bukan potongan seperti itu. Nuwun sewu (mohon maaf), dari dulu saya tidak pernah ikutan seperti itu," tegasnya.
Terkait isu dirinya termasuk kelompok Syiah, Said membantah dengan tegas. Tudingan diniali sebagai kampanye hitam. "Itu yang menjadi black campaign saya di Lirboyo, sekarang dipakai lagi," jawabnya.
(zal/yid)











































