"Itu tidak jelas sumber dari mana. Tapi kita imbau pelajar maupun orangtua siswa agar tidak percaya dengan kunci jawaban UN," kata Ketua Pelaksanan UN Provinsi DIY, Baskara Aji kepada wartawan di kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) di Jalan Cendana, Selasa (23/3/2010).
Aji mengatakan berdasarkan pengalaman UN pada tahun-tahun sebelumnya, rumor atau isu tersebut memang juga pernah terjadi. Isunya sama yakni beredarnya kunci jawaban, namun setelah dicek panitiaย ternyata tidak benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan, kunci jawaban soal Bahasa Inggris tersebut adalah jawaban untuk lembar soal Bahasa Inggris tipe 'A' atau soal A.
Penyebaran kunci jawaban itu melalui SMS terjadi sebelum UN dimulai. Pagi hari saat peserta UN datang ke sekolah atau sebelum masuk kelas, mereka masih berkesempatan untuk menyalin isi SMS itu ke dalam secarik kertas atau media lainnya untuk
dicontek.
Meski demikian untuk mengantisipasi dan tidak menimbulkan keresahan, panitia pelaksana telah melakukan penelusuran.
"Kita akan cocokan. Apakah kunci jawaban yang beredar itu benar. Tetapi kita yakin itu tidak benar. Kita berharap pada ujian hari ketiga dan keempat besok berjalan lancar," katanya.
Aji menambahkan saat ujian berlangsung siswa tidak diperbolehkan membawa handphone. Alat komunikasi dan perlengkapan lainnya ditaruh di depan kelas atau dititipkan kepada panitia pengawas.
"Ada aturannya, siswa yang menggunakan handphone di ruang ujian akan kita peringatkan atau kita persilakan untuk mengikuti ujian susulan," pungkas dia.
Berdasarkan catatan panitia pelaksana, siswa SMK yang tidak ikut ujian hari pertama sebanyak 47 siswa. Kota Yogyakarta sebanyak 9 siswa, Bantul 3 siswa, Kulonprogo 9 siswa, Sleman 14 siswa dan Gunungkidul 12 siswa.
(bgs/djo)











































