Total kekayaan Hadi naik dari Rp 26,625 miliar pada bulan Juni 2006 hingga mencapai Rp 38,8 miliar per tanggal 9 Februari 2010. Rp 36 miliar di antaranya berasal dari hibah.
“Dari Rp 38 miliar, Rp 36 miliar dari hibah,” kata Hadi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (23/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekayaan anggota BPK lainnya juga mengalami kenaikan. Namun kisarannya relatif tidak terlalu mencolok.
Berikut harta kekayaan Anggota BPK yang disampaikan di KPK:
1. Hadi Poernomo (Ketua) Rp38.800.979.805 (9 Februari 2010)
2. Herman Widyananda (Wakil Ketua) Rp4.354.503.553 dan US$110.039 (1 Februari 2010)
3. Moemahadi Soerja Djanegara (Anggota 1) Rp1.169.910.909 dan US$3.106 (11 Januari 2010)
4. Taufiequrrahman Ruki (Anggota 2) Rp960.143.863 dan US$10.000 (20 Januari 2010)
5. Hasan Bisri (Anggota 3) Rp4.875.020.854 dan US$500 (31 Januari 2010)
6. Ali Masykur Musa (Anggota 4) Rp4.721.274.576 dan US$18.071 (5 Februari 2010)
7. Sapto Amal Damandari (Anggota V) Rp2.479.483.756 dan US$5.700 (15 Januari 2010)
8. Rizal Djalil (Anggota VI) Rp4.238.066.182 (29 Desember 2009)
9. T M Nurlif (Anggota 7) Rp4.775.149.549 dan US$11.345 (30 September 2009) (mad/gun)










































