"NU harus bisa menjadi jembatan dialog peradaban sejagat, antara Islam dan Barat dan menjaga harmonisasi keislaman dan kebangsaan. Bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa," kata Presiden SBY.
SBY menyampaikan hal itu saat memberikan sambutannya dalam acara pembukaan Muktamar NU ke-32 di Gedung Celebes Concention Center (CCC), Makassar, Selasa (23/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga Nahdliyin harus tetap tampil di depan memberi tauladan. NU juga harus aktif memberi sumbangsihnya kepada bangsa sebab NU juga ikut dalam dinamika pasang surutnya bangsa ini. Termasuk saat menghadapi krisis nasional, NU juga ikut memberikan solusi," paparnya.
SBY menjelaskan, kerjasama NU dengan pemerintah selain dalam program-program yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, juga bisa dilakukan dalam bentuk amar ma'ruf nahi mungkar.
"Sumbangsih NU dalam pemikiran, menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, membimbing umat dari kesalahan. NU bisa memperkuat konsolidasi dan metode dakwah dengan tetap istikomah karena memiliki tradisi yang mulia," paparnya.
(mna/iy)











































