"NU dapat terus melanjutkan politik keumatan dan kebangsaannya. NU harus tetap malakukan politik adiluhung, bermartabat, dan selalu menjaga dari politik yang tidak beretika," kata SBY dalam sambutannya di Gedung CCC, Makassar, Selasa (23/3/2010).
SBY menambahkan, dengan cara tetap berpegang teguh kepada khittah 1926, NU tidak akan kehilangan jati dirinya. Dengan cara itulah masa depan NU sebagai jembatan antara Islam dan Barat serta katalisator demokratisasi akan bisa terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berpidato, Presiden SBY dengan didampingi Rais Am PBNU KH Sahal Mahfudz, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, secara resmi membuka muktamar NU.
"Dengan mengucapkan bismillah, muktamar ini saya buka dengan resmi," kata SBY yang dilanjutkan dengan pemukulan bedug. Saat memukul bedug ini ada kejadian unik, salah satu kepala alat pemukul bedug terlempar kerena dipukul dengan keras.
(mna/nrl)











































