"Istana Mallacanang meyakinkan kepada publik bahwa presiden akan resmi mundur pada 30 Juni," demikian disampaikan Deputi Jurubicara Presiden, Charito Planas seperti diberitakan inquirer, Selasa (23/3/2010).
Pernyataan Planas ini muncul di tengah kesimpangsiuran kabar akan ikut sertanya Arroyo pada pemilu 10 Mei mendatang. Dengan adanya pernyataan ini, Arroyo yang sudah 9 tahun berkuasa memastikan akan meletakkan jabatannya pada 30 Juni mendatang saat masa pemerintahannya berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arroyo menduduki kursi presiden pada 20 Januari 2001 setelah terjadi kudeta militer yang menggulingkan presiden Joseph Estrada. Arroyo yang saat itu menjadi wakil presiden, didapuk oleh kalangan militer untuk menduduki kursi presiden.
Tahun 2004, putri mantan presiden Diosdado Macapagal ini kembali terpilih menjadi presiden untuk masa jabatan 6 tahun.
(Rez/lia)










































