Dalam perjamuan yang digelar di taman belakang kediaman JK itu, para tamu disuguhi sajian khas Makassar, berupa menu ikan bakar dari berbagai jenis ikan laut dan beberapa masakan khas Makassar lainnya, seperti Sop Saudara dan Coto Makassar. JK juga tak segan menghampiri meja-meja tamunya dari kalangan Mufti dan menjelaskan menu masakan khas Makassar yang disajikan.
Menurut JK, perjamuan ini tidak punya maksud apa-apa selain menyambut tamu-tamu penting yang datang ke Makassar, seperti pimpinan pondok pesantren dan mufti-mufti dari negara Islam. Sebagai mustasyar NU Sulawesi Selatan, JK merasa sudah menjadi kewajibannya untuk membantu kesuksesan jalannya muktamar yang pertama kali digelar di Makassar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara ini, Hasyim Muzadi menjadi tokoh yang terakhir meninggalkan kediaman JK. Istimewanya, JK mengantar Hasyim hingga ke mobil penjemputnya di jalan raya, depan kediaman JK. Sebelumnya, JK sempat melakukan perbincangan santai dengan Hasyim di dekat ruang pribadinya.
Namun, JK mengakui pertemuan itu tidak ada hubungannya dengan dukungannya terhadap Hasyim yang hendak maju sebagai Rais Am NU pada muktamar esok.
Sementara itu, dari pihak tamu undangan, ditunjuk mufti Syiria Wahbah Zuhaili yang menyampaikan sambutan. Menurut Wahbah, acara yang digelar JK malam ini merupakan bukti kecintaan JK pada para ulama.
"Dan hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad yang manyatakan bahwa, barang siapa yang hendak bertemu dengan Rasulullah di surga nanti adalah orang-orang yang mencintai ulama, seperti Bapak JK," kata Wahbah memuji JK.
Kontan saja, seluruh peserta yang hadir langsung berucap kata "Amin...," secara serentak. Hal ini membuat JK tersenyum sipu sambil menunjukkan kesenangannya.
(mna/yid)











































