"Puncak pengungsi itu terjadi pada hari Sabtu kemarin, dan sekarang jumlahnya lebih kurang ada 600 orang, yang berasal dari 300 KK, di kawasan Karawang Barat," kata seorang warga Karawang Barat, Chairul Akbar, saat dihubungi detikcom, Senin (22/3/2010).
Ia mengatakan, kini warga Karawang sendiri telah membangun dua posko pengungsian, yaitu di parkiran Masjid Raya Puri Teluk Jambe Peruri dan halaman SD Sirnabaya. Namun, karena areal masjid juga mulai terkepung air, akhirnya sebagian pengungsi dan bantuan yang masuk dialihkan ke posko SD Sirnabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat banjir kiriman ini, beberapa akses jalan di kawasan Karawang Barat juga sudah ditutup. Salah satunya, akses jalan Galuh Mas Raya karena air sudah mencapai sebetis orang dewasa.
Ia juga menerangkan saat ini pendistribusian bantuan sudah berjalan, baik dari Pemda setempat maupun perusahaan swasta yang berada di sekitar Karawang Barat.
"Bantuan juga sudah banyak kita terima, baik dari pemerintah maupun swasta, seperti makanan, minuman, selimut, mie instant, tenda pleton, dan peralatan dapur umum. Tenaga medis dan obat-obatan dari dinas kesehatan Karawang, juga sudah kita siapkan," tutupnya.
(lia/Rez)










































