"Kita berusaha memutus Jalur Selat Malaka untuk kepentingan mereka," ujar Kapuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen saat ramah tamah pejabat Puspen dengan wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (21/3/2010).
Sagom menjelaskan arti bersiaga bukan hanya diam di tempat. TNI AL telah meningkatkan frekuensi patroli, begitu juga dengan patroli yang dilakukan bersama dengan Singapura dan Malaysia. Selain itu pasukan teror milik TNI AL pun siap diterjunkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Sagom mengaku pihak Mabes TNI belum mendapat laporan apapun terkait adanya aksi yang membahayakan di selat Malaka.
"Kita bersyukur tidak ada teror di Selat Malaka," katanya.
(rdf/gun)











































