"Kita belum bisa pastikan apa pemicu kebakaran, apakah karena suhu atau yang lain. Terkait itu, hari ini kita periksa sejumlah manajer pabrik," kata Kanit Reskrim Polsek Kalideres Ipda Heru YS melalui telepon, Senin (22/3/2010).
Keterangan asal kobaran api dari tumpukan bahan kimia, merupakan pengakuan salah seorang karyawan pabrik yang sudah diperiksa polisi. Tumpukan bahan kimia di dalam gudang itu ternyata terletak cukup jauh dari kendaraan forklift yang sebelumnya disebut-sebut sebagai sumber kobaran api.
"Menurut dia bahan kimia tiba-tiba terbakar, jadi api bukan berasal dari forklift," papar Heru.
Apa jenis bahan kimia dan sejauh mana berpotensi terbakar, belum bisa dipastikan. Tim puslabfor masih menunggu contoh bahan kimia untuk kemudian diselidiki guna mencari tahu kemungkinan kelalaian dalam penyimpanannya.
"Puslabfor masih menunggu sampel bahan, nanti kita lihat hasilnya dari situ," ujar Heru.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli yang dihubungi secara terpisah menyatakan proses hukum kasus yang menewaskan 4 orang itu akan ditangani tim penyidik Polda Metro Jaya. Biasanya pengambilalihan demikian diberlakukan pada kasus-kasus yang tergolong berat dan besar.
"Kasusnya akan diambil alih Polda Metro," ujarnya singkat.
(lh/asy)











































