Pro dan Kontra RUU Kesehatan Obama

Pro dan Kontra RUU Kesehatan Obama

- detikNews
Senin, 22 Mar 2010 13:38 WIB
Pro dan Kontra RUU Kesehatan Obama
Washington - Bagi Presiden AS Barack Obama, disetujuinya RUU kesehatan yang telah diperjuangkannya merupakan kemenangan bagi rakyat Amerika. Namun Partai Republik punya pandangan berbeda.

Dalam voting parlemen yang digelar Minggu, 21 Maret waktu setempat, sebanyak 219 suara menyetujui RUU tersebut. Sedangkan 212 suara menolaknya. Suara yang menolak adalah seluruh anggota dari Partai Republik ditambah 34 anggota dari Partai Demokrat. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (22/3/2010).

RUU ini akan memperluas cakupan asuransi kesehatan kepada sekitar 32 juta warga AS yang belum memiliki asuransi kesehatan. Sesuai RUU ini, layanan kesehatan akan merata bagi 97 persen warga AS di tahun 2015.

Paket reformasi kesehatan ini akan menciptakan pasar asuransi baru mulai tahun 2014. Paket itu mewajibkan warga negara AS memiliki asuransi atau akan dikenai denda sekaligus memberi subsidi bagi keluarga yang tak mampu membayar premi asuransi melalui pajak.

Beberapa poin dalam RUU menyebutkan larangan asuransi menolak klaim karena penyakit yang sudah ada sebelum penandatangan akad asuransi, memaksakan asuransi seumur hidup dan mencabut orang-orang dari asuransi ketika mereka sakit.

Namun Partai Republik dan sebagian warga AS menentang RUU ini. Partai Republik bahkan mengingatkan, jika mereka berhasil mendominasi kembali Kongres pada pemilihan November mendatang, mereka akan mencabut legislasi ini.

Partai Republik mengingatkan, RUU ini akan membayahakan perekonomian AS dikarenakan besarnya dana yang akan dibutuhkan. RUU ini juga akan menimbulkan pajak-pajak baru bagi orang kaya dan penyedia layanan kesehatan. RUU ini juga akan menimbulkan campur tangan pemerintah pada sektor layanan kesehatan swasta.

"Kita telah gagal mendengarkan Amerika," cetus Republikan John Boehner dari Ohio usai voting parlemen soal RUU kesehatan.

Masalah kesehatan memang telah lama menjadi masalah pelik di AS. Tingginya biaya layanan kesehatan, banyaknya perusahaan asuransi yang nakal, serta masih banyaknya warga AS yang belum memiliki asuransi menjadi penyebab buruknya layanan kesehatan di negara adikuasa itu.

(ita/nrl)


Berita Terkait