"Hasyim Muzadi memang hebat, tapi background-nya tidak tepat untuk posisi Rais Am, jabatan ini harus diberikan kepada ahlinya. Hasyim lebih cocok mengurus Tanfidziyah NU atau urusan pemerintahan saja," kata Habib Toha yang berasal dari Semarang ini.
Toha menyampaikan hal itu seusai acara silaturahmi ulama-ulama tarekat NU di sekretariat Jamaah Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari, di jalan Baji Bicara, Makassar, Senin (22/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait isu akan keluarnya Jatman dari NU jika Hasyim terpilih sebagai Rais Am PBNU, Habib Toha membantahnya. Hubungan NU dan jamaah tarekatnya seperti jalinan tubuh dan ruh yang
saling menghidupi.
"Untuk memutuskan sesuatu, ulama-ulama Tarekat NU biasanya menempuh jalan Musyawarah dan Istikharah, jadi kalau ada yang bilang Jatman mau keluar dari NU itu mungkin komentar pribadi dari ulama Jatman dari bagian kecintaannya pada NU,” pungkas Habib Toha.
Sebelum menutup pertemuan, Habib Toha berharap hasil muktamar mendatang akan mengembalikan fungsi dan peran NU dalam bidang keagamaan dan kemasyarakatan sesuai Khittah NU tahun 1926. Jatman berharap NU tidak lagi terkontaminasi oleh politik praktis sebagaimana sebelumnya.
(mna/yid)











































