"PDIP tidak mau terjebak dalam permasalahan oposisi. Kita belajar 5 tahun yang lalu ketika menjadi oposisi, ternyata mengganggu fleksibilitas partai," keluh Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Entah apa namanya, koalisi atau oposisi, Pram menilai PDIP akan fokus sebagai partai pembela rakyat bawah. "Yang jelas partai akan tetap konsisten sebagai pembela wong cilik," jelas Pram.
Tentang posisi PDIP terhadap pemerintah, Wakil ketua DPR dari PDIP ini menilai partainya lebih tepat menjadi penyeimbang pemerintah tanpa menyebut sebagai oposisi. Kemungkinan memilih berkoalisi atau tidak, akan dibahas di Kongres PDIP Bali 6-9 April 2010.
"Kita penyeimbang, berkomunikasi untuk hal yang strategis. Soal koalisi atau tidak, PDIP akan konsisten dengan hasil Kongres nanti," papar Pramono.
"PDIP paling jelas kelaminnya. Yang lain politiknya banyak muka. Kalau PDIP iya, iya. Nggak,Β ya nggak!," tutupnya sambil tertawa.
(van/yid)











































