"Perkembangannya sampai sekarang memang seperti itu. 3 kandidat yang menguat. Yang lain tetap berpeluang, namun agak berat," kata calon ketua umum PBNU Ulil Abshar Abdalla kepada detikcom, Minggu (21/3/2010) malam.
Menurut mantan ketua Jaringan Islam Liberal (JIL) ini sebelumnya yang diprediksi bersaing ketat memang 4 kandidat, yaitu 3 kandidat di atas plus Ahmad Bagdja. Namun, perkembangan terakhir nama Bagdja terdegradasi karena PCNU dan PWNU melihat arus pertarungan yang kuat berada di 3 calon di atas.
"Pak Bagdja menurun dibicarakan karena mungkin dianggap kurang pas untuk posisi ketua umum meski dibekingi Pak Hasyim. Mungkin beliau pas sebagai organisatoris saja," papar Ulil.
Namun demikian, Ulil masih yakin peta dukungan akan terus berubah sampai detik-detik pemilihan ketua umum. Nama-nama yang saat ini merosot dukungannya bisa saja menjelang pemilihan baik lagi jika mengupayakan cara-cara efektif dan meyakinkan peserta muktamar dari PCNU dan PWNU.
"Tapi kemungkinan-kemungkinan perubahan masih sangat bisa terjadi. Ini tergantung lobi dan komunikasi. Jadi belum final peta di atas. Termasuk kekuatan Gus Solah, sebanarnya nggak kuat-kuat banget kok," pungkasnya.
(yid/nrl)











































