"Tadi Ibu Mega bilang, kalau kalian masih mencintai dan menghargai saya tolong tenang," kata salah seorang anggota Forum Komunikasi Kerukunan Korban 1 Juli 1996, Ali Huesin, di sela-sela Konferda DKI Jakarta di Hailai Building, Jl Lodang Raya, Ancol, Minggu (21/3/2010).
Diceritakan Ali, kericuhan berawal ketika Forum Komunikasi Kerukunan Korban 1 Juli 1996 merasa tidak puas dengan terpilihnya 2 orang dari 19 anggota DPD. Ia menilai komposisi DPD kurang membawa aspirasi forum. "Ada yang ganjil, beberapa orang yang kita tidak sukai diakomodir," kata Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Prasetyo Edi dinilai sebagai orang baru di PDIP yang belum pernah melakukan apa-apa, namun menunjukkan arogansinya. "Dia juga pernah mengatakan hal yang tidak senonoh di sebuah sidang. Nah kenapa orang seperti itu masuk DPD," jelas Ali.
Penetapan 19 orang anggota DPD adalah hak formatur tunggal ketua DPD terpilih yaitu Haji Sayogo Hendro Subroto. Siang tadi Sayogo bersama pengurus DPP, termasuk Megawati memutuskan 19 nama itu.
Massa yang marah sempat menarik mikrofon, tapi langsung ditengahi oleh Megawati. "Iya, mungkin kalau tidak ada Bu Mega di sana tidak tahu jadinya," ujar Ali.
Ali mengaku jika massa akan menuruti keputusan Mega, karena akan menjanjikan dan melihat kinerja aggota DPD sampai 6 bulan ke depan. "Kalau kinerjanya tidak jelas akan diganti. Kami hargai itu," ucap Ali.
(gun/iy)











































