Hal itu disampaikan Konselor KBRI Moskow M. Aji Surya kepada detikcom malam ini Waktu Eropa Tengah atau Minggu (21/3/2010) WIB.
"Langkah ini diambil untuk lebih memperkenalkan pariwisata Indonesia, selain cara-cara konvensional lainnya," ujar Aji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Pengembangan Pasar Kembudpar Syamsul Lussa menyambut baik inisiatif tersebut. "Ini adalah penghargaan bagi mahasiswa Rusia pecinta Indonesia yang jumlahnya makin banyak. Jangan sia-siakan kesempatan ini," ujar Syamsul.
Sementara Duta Besar Hamid Awaludin menggarisbawahi pentingnya melakukan terobosan dalam mempromosikan wisata Indonesia.
Menurut Hamid, mereka yang terpilih pasti akan lebih fasih menyuarakan pariwisata Indonesia, yang pada akhirnya berkontribusi bagi kunjungan turis Rusia ke tanah air.
"Kita tidak boleh meremehkan peran mahasiswa. Oleh sebab itu KBRI Moskow senantiasa merangkul mereka tanpa jeda,β tambahnya.
Meningkat
Temu mahasiswa pecinta Indonesia di KBRI Moskow yang digelar oleh Fungsi Pensosbud semakin mendapatkan banyak pengikut, sehingga ruang tengah KBRI menjadi penuh sesak dan mereka rela tidak duduk.
Menurut Aji, setahun lalu kegiatan ini hanya diikuti beberapa peserta, namun kini sudah mencapai kisaran 150 mahasiswa Rusia.
"Mereka inilah yang nantinya diharapkan menjadi pengisi hubungan bilateral RI-Rusia di berbagai bidang yang semakin ramai," tekan Aji.
Acara yang berlangsung selama 4 jam itu diawali dengan lagu Butet dan Bungo Kambang oleh dua mahasiswa Rusia yang menyebut dirinya sebagai Niken dan Nanda, membuat suasana menjadi sangat bewarna Indonesia. Alunan suara bule nan merdu membawa imajinasi ke alam Sumatra yang sejuk dan indah: Danau Toba dan Minang.
Disusul kemudian dengan aneka penampilan dari mahasiswa bule Rusia seperti tembang pop setempat, testimoni pengalaman kuliah di salah satu universitas di Indonesia.
"Belajar di Indonesia selama 6 bulan telah mengubah pandangan hidup saya," ujar seorang mahasiswi yang mengaku sebagai Natalia.
Sebelum sesi menyantap masakan Indonesia, sebagian lainnya juga menyampaikan kesaksia mereka tentang keindahan Indonesia.
"Ya lublu Indonesiu, saya cinta Indonesia!" pekik sorang mahasiswi dengan wajah ceria. Pertemuan berikutnya akan dilakukan di pertengahan musim semi 2010.
(es/es)











































