Jelang Kongres, Mega Sindir Kader Pragmatis di PDIP

Jelang Kongres, Mega Sindir Kader Pragmatis di PDIP

- detikNews
Minggu, 21 Mar 2010 13:31 WIB
 Jelang Kongres, Mega Sindir Kader Pragmatis di PDIP
Jakarta - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri gerah juga melihat mulai banyaknya kader PDIP yang berpikir pragmatis dalam membuat keputusan politik. Harusnya semua kader istiqomah dengan perjuangan Bung Karno soal komitmen mensejahterakan rakyat sebagaimana ruh PDIP.

"Tujuan kita itu mensejahterakan rakyat. Tidak ada gunanya mensejahterakan diri sendiri. Itu pikiran pragmatis namanya," kata Megawati.

Mega menyampaikan hal ini dalam pidatonya saat membuka Konferensi Daerah III PDIP DKI Jakarta, di Gedung Hailai, Ancol, Jakarta, Minggu (21/3/2010). Acara itu juga dihadiri Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Namun Taufiq Kiemas tidak tampak hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mega menilai, saat ini virus pragmatisme telah menjalar ke mana-mana. Tak terkecuali di PDIP dan bangsa ini. Karena itu, Mega meminta kepada semua kader untuk tidak tergoda dengan iming-iming pragmatisme, tetapi konsisten digaris perjuangan untuk kemakmuran rakyat.

"Saya katakan, bangsa kita kini terjerumus ke pola pemikiran pragmatis. Banyak yang sudah kehilangan tujuan dan arah tentang nation," paparnya.

Mega pun mengkritik internal partainya yang juga tidak luput dari serbuan gelombang pragmatisme. "Saya hanya ingin mensejahterakan rakyat. Persoalannya, apakah di kalangan elit PDIP begitu?" tanya Mega yang disambut peserta hadirin dengan tepuk tangan dan teriakan 'tidak'.

"Apakah saling sikut dan ribut? Saya tidak pernah lupa ketika saya masuk PDI, betapa kalutnya, astaghfirullah, lalu pemimpin (elit PDIP) sekarang ingin menjadi pemimpin. Apa benar mereka pemimpin?" jelas Mega tanpa menyinggung secara jelas siapa yang dimaksud.

Dalam kesempatan ini, Mega mengusulkan sistem evaluasi di kepengurusan DPD maupun DPP PDIP. Jika ada kader yang hanya ingin namanya dicatat dan tidak mau bekerja, harus ada tindakan tegas berupa pemecatan.Β 

"Saya usul ada evaluasi setiap 6 bulan, hal seperti itu akan diatur. Yang tidak mau kerja di partai, hengkang saja dari partai," pungkasnya.

(yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads