"Dua kali kita dikatakan kalah, sakit hati saya mendengarnya. Tapi saya tidak pernah terdera air mata dan menjadi tidak bisa bangkit," kata Megawati.
Mega menyampaikan hal ini dalam pidatonya saat membuka Konferensi Daerah III PDIP DKI Jakarta, di Gedung Hailai, Ancol, Jakarta, Minggu (21/3/2010). Acara itu juga dihadiri Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Namun Taufiq Kiemas tidak tampak hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Boleh saja kita dibilang kalah. Tapi saya bangkit karena roh masih ada. Persoalannya, kader partai harus bisa diorganisasi," tegasnya.
Mega pun membanggakan klaim keberhasilannya memimpin PDIP. Sebab,PDIP sempat dianggap sebagai partai yang tidak beraturan. Tetapi, sekarang ini PDIP membantah semua tuduhan itu.
"Ketika dikatakan kita partai wong cilik, pakai sandal jepit, tidak aturan, sekarang PDIP bisa mengorganisir diri. Mengerti tujuan ke depan karena ideologi kita masih ada," pungkasnya.
(yid/iy)











































